Dilema Pendidikan di Masa Pandemi

Rabu, 4 Agustus 2021 18:48

Oleh: Pantja Nur Wahidin*

Di awal maret 2020, negeri ini dilanda pandemi covid 19. Seiring bencana non alam ini, pada 16 Maret 2020 kemendikbud RI mengeluarkan kebijakan berupa surat edaran terkait Belajar dari rumah (BDR) dengan model Pembejalan Jarak Jauh (PJJ). Model PJJ memaksa proses pendidikan menggunakan atau memanfaatkan jaringan internet, maupun alat teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Lembaga pendidikan, guru bahkan orang tua siswa dipaksa beradaptasi dengan Kebiasaan baru (new normal) dalam proses pendidikan. Kegiatan belajar mengajar tidak lagi berlangsung secara tatap muka di ruang ruang kelas, namun guru dan siswa berinteraksi tatap muka di ruang-ruang maya dalam pembelajaran moda daring. Sekolah sibuk menyiapkan sarana prasarana pembelajaran daring, baik pengadaan jaringan internet, membangun Learning Manajemen System (LMS), dan menyiapkan kuota internet bagi siswa dan sebagainya. Sementara guru, sibuk menyiapkan perangkat pembelajaran secara daring, baik berupa video pembelajaran, voice note pembelajaran, grup grup WhatsApp (WAG) guru siswa dan orang tua dan bentuk bentuk lain persiapan guru. Di samping itu, orang tua disibukkan mendampingi anaknya belajar. Orang tua yang punya pekerjaan, juga dipaksa membagi waktu untuk pekerjaan dan mendampingi/membimbing  anaknya. Namun, upaya semua ini tidak semudah yang dibayangkan. Banyak yang mempertanyakan efektivitas pembelajaran secara daring selama pandemi ini.

Bagikan berita ini:
5
3
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar