Kisah Paling Sedih Olimpiade 2020, Kumpul Uang demi Putrinya ke Olimpiade, Ibu Meninggal Setelah Raih Medali

Rabu, 4 Agustus 2021 10:44

Raven Saunders/AFP via Getty Images

FAJAR.CO.ID, TOKYO—Kisah atlet tolak peluru putri Amerika Serikat, Raven Saunders mungkin menjadi salah satu cerita tersedih sepanjang Olimpiade 2020 Tokyo.

Hanya beberapa hari setelah ia mempersembahkan medali untuk negaranya, ibunya, Clarissa Saunders meninggal dunia.

Itu adalah kehilangan besar bagi Raven karena sang ibulah yang berjuang keras membawanya ke podium juara.

Clarissa Saunders yang berada di Orlando, Florida, untuk menonton perjuangan putrinya dikenal karena bekerja di Krispy Kreme untuk membantu mengumpulkan uang untuk mengirim Raven ke Olimpiade pertamanya di Rio pada 2016.

Perusahaan saat itu juga mengumpulkan uang untuk mengirim Clarissa dan putrinya yang lain, Tanzania, ke Rio untuk menonton pertandingan Raven.

Sayangnya, Clarissa tidak punya cukup waktu untuk merayakan dan menikmati buah perjuangannya.

Raven yang memenangkan medali perak Olimpiade di Tokyo 2020 mengumumkan kematian ibunya di media sosial.

“Ibuku adalah wanita hebat dan akan selamanya hidup bersamaku. Malaikat pelindung nomor satuku. Aku akan selalu dan selamanya mencintaimu,” tulis Raven dikutip dari The Independent.

Pada Hari Ibu, Raven Saunders muncul di Instagram untuk memberi penghormatan kepada kekuatan dan kemampuan ibunya untuk melakukan apa pun untuk dirinya dan keluarga mereka.

Menurutnya, ia berutang begitu banyak pada sang ibu.

Bagikan berita ini:
3
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar