Klaster Keluarga di Makassar Meningkat, TNI-Polri Diminta Lakukan Penegasan Prokes

Rabu, 4 Agustus 2021 22:18

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Klaster keluarga dalam penyebaran kasus COVID-19 di Makassar diduga tengah banyak berkembang.

Pemeritah Kota Makassar bersama pemerintah provinsi telah mengupayakan penekanan penyebaran COVID-19 dengan menyiapkan tempat isolasi terpadu seperti di KM Umsini dan Asrama Haji Sudiang.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto pun berkomitmen untuk melakukan pelacakan kasus covid-19 untuk memisahkan antara orang yang terpapar Covid-19 dengan orang sehat.

Penerapan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment menjadi hal penting untuk memetakan lonjakan penularan kasus Covid-19. Angka pelacakan kasus Covid-19 paling tidak harus memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia.

Bila mengacu pada Standar WHO, pelacakan dilakukan terhadap 30 orang yang berkontak erat dengan seseorang yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Kota Makassar mesti memenuhi standar itu.

Danny menyebut telah menyiapkan seribu posko Covid-19 pada level RW. Menurutnya, pelacakan kasus Covid-19 penting untuk memotong mata rantai penyebaran covid-19.

“Sekarang pekerjaan terbesar adalah mencari (kasus Covid-19),” kata Danny Pomanto, Rabu (4/8/2021).

Bagikan berita ini:
9
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar