KRITIK

Rabu, 4 Agustus 2021 07:21

Arief Wicaksono

KRITIK

olehArief WicaksonoPeneliti Pentahelix

Banyak yang menganggap kritik adalah sebuah aktivitas negatif dalam menolak sesuatu, bahkan oleh beberapa pihak, terutama oligarki dan kekuasaan, mengkritik adalah aktivitas yang terlarang. Sesuatu yang tidak boleh dilakukan, karena tidak menjadi bagian dari yang berbuat. Beberapa yang lain menempatkan kritik sebagai sampah dan pelaku kritik dianggap sebagai lalat, oleh karena itu kritik harus dibuang jauh-jauh, supaya lalat tidak datang mengerubungi sampah.

EPISTEMOLOGI KRITIK

Mungkin banyak yang terlewatkan, bahwa sebenarnya kritik adalah kata kerja sekaligus kata benda. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), kritik dikategorikan sebagai kata benda yang maknanya adalah tanggapan yang kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik-buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. Sedangkan jika merujuk pada Kamus Merriam-Webster, kritik dikategorikan sebagai kata kerja, yang bermakna melakukan atau memberikan evaluasi yang disertai dengan penilaian yang sangat hati-hati.

Dari berbagai pemaknaan itu, kiranya dapat disebutkan bahwa tujuan dari kritik sebenarnya sama, yaitu agar ada evaluasi, menguraikan masalah, menunjukkan mana yang baik dan mana yang kurang baik, sehingga obyek kritik bisa mengetahui dimana letak kelemahannya. Oleh karena itu dalam pandangan umum, kritik selalu bersifat membangun, konstruktif, sehingga yang dikritik idealnya mendapat wawasan yang positif untuk dapat melakukan perbaikan.

Bagikan berita ini:
10
8
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar