Oknum Polisi di Bulukumba Ditengarai Miliki Tambang Ilegal

Rabu, 4 Agustus 2021 17:42

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA — Saat polisi sedang gencar-gencarnya menutup tambang ilegal galian C di Bulukumba. Sebuah tambang yang berlokasi di Dusun Tahe Batu, Desa Buhung Bundang, Kecamatan Herlang bebas beroperasi.

Hal itu diduga karena tambang tersebut Roslan, oknum polisi yang bertugas di Polres Bulukumba.

Direktur Bulukumba Monitoring Center (BMC), Firman Gani menilai, polisi tebang pilih, karena tidak turut menindaki tambang yang berdampak pada pengrusakan lingkungan.

“Jangan tebang pilih. Polisi harusnya menutup seluruh tambang ilegal, apalagi ini Rs polisi yang seharusnya menjadi contoh yang baik buat masyarakat,” sesal Firman Gani.

Mantan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini membeberkan bahwa Rs memiliki 3 tambang.

Namun, yang hanya memiliki izin berada di Desa Buhung Bundang, di Kecamatan Bontotiro. Izin tersebut yang selalu menjadi pegangan Rs menyebut tambangnya memiliki izin.

“Dua tambang Rs ilegal. Hanya di Buhung Bundang yang berizin itu selalu jadi pegangannya. Sedangkan jarak tambang Desa Batang dengan Dusun Tahe Batu berjarak 2 Km tidak masuk dalam wilayah tambang yang memiliki izin,” terangnya.

Roslan yang dikonfirmasi, Rabu, 4 Agustus 2021 membantah jika tambangnya tak memili izin. Itu dimilikinya sejak tahun 2017 silam.

“Malah sudah saya perbaharui izinnya baru-baru ini,” kata Haji Roslan, sapaannya.

Roslan mengaku, sebagai polisi dirinya takut melanggar, semua izin harus dimiliki usahanya, termasuk tambang galian C yang katanya telah lama dikelola. (akb)

Bagikan berita ini:
5
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar