Soal Pesawat Kepresidenan, Mardani PKS: Pemimpin Mestinya Punya Standar Moral dan Etika

Rabu, 4 Agustus 2021 12:39

Politisi PKS, Mardani Ali Sera

Mardani mengibaratkan pemimpin adalah Ayah dari rakyatnya, sehingga mereka harus menyayangi dan mengasihi rakyatnya. Bukan melakukan tindakan yang tidak penting untuk rakyat.

“Mari pemimpin contohkan menjadi ayah bagi rakyatnya, bukannya saat rakyatnya susah pemimpinnya malah mengecat sesuatu yang tidak urgent,” pungkasnya.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono meluruskan, pengecatan ulang Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sudah direncanakan sejak 2019.

“Dapat dijelaskan bahwa pengecatan pesawat ini telah direncanakan sejak 2019 serta diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara,” kata Heru di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Kata dia, sejatinya, pengecatan Pesawat BBJ 2 ini terkait dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-75 kemerdekaan Republik Indonesia pada 2020.

Proses pengecatan sendiri merupakan pekerjaan satu paket dengan Heli Super Puma dan Pesawat RJ.

Pesawat RJ adalah pesawat Kepresidenan British Aerospace RJ 85 (BAe-RJ 85) atau biasa disebut RJ-85 yang biasa dipakai oleh wakil presiden untuk melakukan kunjungan kerja.

“Namun pada 2019, pesawat BBJ 2 belum memasuki jadwal perawatan rutin sehingga yang dilaksanakan pengecatan terlebih dahulu untuk Heli Super Puma dan pesawat RJ,” beber Heru.

Bagikan berita ini:
1
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar