Indonesia Keluar dari Resesi, Sri Mulyani: Diharapkan Pemulihan akan Semakin Merata

Kamis, 5 Agustus 2021 22:21

Menteri keuangan, Sri Mulyani.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pertumbuhan Ekonomi Indonesia kuartal II 2021 berhasil memenuhi target pemerintah dengan naik 7,07 persen. Perekonomian yang mulai membaik membawa Indonesia keluar dari jurang resesi. Pertumbuhan nasional terdongkrak dari jumlah indikator dengan ekspor dan konsumsi yang mulai menggeliat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, meskipun demikian, semua pihak jangan mudah berpuas diri karena virus Covid-19 varian delta masih berada di tengah-tengah masyarakat. Sehingga, perlu tingkat kewaspadaan yang tinggi dalam menghadapi pandemi dengan tetap menjaga perekonomian.

“Kita lihat masih ada sektor yang akan terpengaruh karena adanya Covid-19 secara sangat tidak proporsional. Ada sektor yang memiliki resiliensi yang lebih tinggi dan oleh karena itu kita berharap akan terus terjaga,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/8).

Sri Mulyani melanjutkan, pemerintah sendiri akan terus mengkaji dan menganalisa terhadap sejumlah kebijakan yang telah dikeluarkan dalam penanganan wabah dan pemulihan ekonomi. Harapannya, dapat menuai hasil dengan pemulihan yang semakin merata.

“Diharapkan pemulihan akan semakin merata dari mesin pertumbuhannya tetap terjaga, dari sisi komponen produksinya juga terjaga, dan dari sisi confidence terhadap pengendalian Covid akan bisa terus membuat masyarakat juga bisa mulai melakukan aktivitasnya secara normal,” tuturnya.

Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, keberhasilan pertumbuhan nasional kuartal II yang sesuai ekspektasi membuktikan bahwa strategi yang disusun oleh pemerintah selama ini cukup berhasil. “Arah pemulihan ekonomi sudah benar, strategi pemulihan ekonomi juga sudah benar dan sudah mulai menghasilkan dampak atau hasilnya,” imbuhnya.

Salah satu strategi pemulihan ekonomi yang dianggap dapat memberikan hasil, kata Sri Mulyani, adalah program bantuan sosial. Sebab, bansos berhasil menjaga tingkat kemiskinan dan konsumsi rumah tangga masyarakat bawah.

“Dengan bansos yang diberikan oleh pemerintah kita mampu menekan tingkat kemiskinan supaya tidak melonjak terlalu tinggi meskipun tetap terjadi kenaikan dan juga dari tingkat pengangguran,” ungkapnya.

Disisi lain, program vaksinasi juga berdampak pada konsumsi masyarakat yang menular ke kelompok menengah atas karena adanya kepercayaan masyarakat. Hal itu tentunya juga diiringi pelaksanaan protokol kesehatan.

“Inilah kuncinya hanya satu disiplin kesehatan. Kita tetap bisa jaga pemulihan ekonomi dan juga mobilitas bisa tetap terjaga apabila kita semuanya melakukan disiplin kesehatan,” pungkasnya. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
4
9
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar