Orang Tua Mesti Awasi Anaknya, Jangan Keluyuran, Apalagi Ikutan Tarung Bebas

Kamis, 5 Agustus 2021 21:45

Empat tersangka (tertunduk) saat digiring masuk ke Mapolrestabes Makassar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ajang pertarungan bebas antarpemuda di Makassar membuat orang tua harus lebih jeli melihat pergaulan anaknya. Berapa tidak, pertarungan ilegal itu membahayakan nyawa mereka sendiri.

Hal itu lantaran adu fisik antarpemuda dilakukan tanpa prosedur dan mengancam keselamatan para pemainnya, karena pihak panitia tidak bertanggungjawab atas segala resiko yang terjadi.

“Orang tua meski mengawasi putra putrinya untuk keluar rumah. Apalagi saat ini ada pembatasan kegiatan masyarakat dan untuk mengawasi anak-anak,” kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando, Kamis (5/8/2021).

Beruntung, sejak ajang pertarungan bebas ini digelar belum cukup satu bulan itu, belum ada pemain atau petarungnya yang dilarikan ke rumah sakit akibat luka atas pertarungan yang ia ikuti.

“Sejauh ini belum ada (yang dirawat di rumah sakit),” kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman kepada wartawan.

Para pemain yang selesai terlibat pertarungan mengalami luka lecet dan lebam, mengaku hanya berobat sendiri tanpa melibatkan petugas medis.

Sebelumnya diberitakan, pemilik akun @makassarstreet_fight di Instagram menggelar ajang tarung bebas, yang ia buka secara online. Setelah para calon petarung mendaftar, mereka dipertemukan di sebuah tanah lapang di Jalan Ince Nurdin, Makassar, pada Senin dinihari (2/8/2021).

Di sana, mereka pun bertarung mati-matian demi memperebutkan uang Rp1,5 juta. Uang itu dikumpul oleh pemilik akun itu dari para calon petarung dan penonton senilai Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per orang.

Sayang, ajang terlarang itu terbongkar hingga polisi menangkap delapan orang pemuda yang berusia belasan tahun, di sejumlah wilayah di Makassar, pada Rabu (4/8/2021) kemarin.

Delapan yang diamankan, dua di antaranya sebagai petarung, dan enam sebagai penonton. Sehari ditahan di Mapolrestabes Makassar, mereka pun dibebaskan karena ancaman penahanan mereka berada di bawah lima tahun penjara.

“Namun demikian tersangka tidak ditahan karena disangkakan pas yang tidak mencapai lima tahun. Wajib lapor,” katanya.

Namun demikian, kasus tarung bebas ilegal ini tidak berhenti. Penyidik masih mengejar panitia ajang yang berbahaya tersebut, dalam hal ini, pemilik akun Instagram @makassarstreet_fight.

“Setelah viral langsung dihapus, tapi kami masih terus mengawasi dan selidiki. Namun identitasnya belum kita ketahui dan para petarung juga tidak mengetahui siapa wasitnya,” tandas AKP Lando. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
9
8
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar