Pemprov Sulsel Ubah Metode Penyekatan di Perbatasan, Larangan Masuk Jadi Imbauan Prokes

Kamis, 5 Agustus 2021 21:27

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemprov Sulsel mengubah metode penyekatan di perbatasan tiap daerah. Bukan lagi larangan masuk. Tetapi imbauan Prokes.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, Muh Arafah, mengungkapkan, pergantian metode ini dilakukan berdasarkan fakta penyebaran Covid-19 saat ini.

Menurutnya, Covid-19 tidak lagi menyebar dari satu daerah ke daerah lain. Melainkan Covid-19 terbanyak dari klaster keluarga. Sehingga Prokes yang perlu diperketat.

“Rupanya Covid ini sudah ada di keluarga, berbasis rumah tangga bukan berbasis keluar masuknya orang dalam satu wilayah jadi memang kita ini di keluarga kita ini banyak terpapar sehingga nanti rumah tangga yang terpapar keluar suatu tempat keramaian itulah yang menyebabkan orang terkena Covid tanpa disadari,” katanya, Kamis (5/8/2021).

Saat ini, petugas yang berjaga di perbatasan akan melihat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker. Tidak ada lagi perintah untuk putar balik.

Selain itu petugas juga banyak diturunkan di tempat keramaian, memantau dan mengedukasi protokol kesehatan. Di sisi lain Pemprov juga terus kebut vaksinasi.

“Sehingga pembatasan seperti yang dilakukan kemarin-kemarin itu kita rubah banyak mengimbau teman teman atau masyarakat kita untuk melakukan pengetatan Prokes. Jadi ada tim edukasi dari satpol dan dishub dari ditlantas Polda TNI polri itu masif mengimbau Prokes dan kebut vaksin,” terang Arafah.

Terkait rapid antigen di perbatasan, dia mengembalikan kebijakan kepada tiap kepala daerah. Kota Makassar yang saat ini dalam penerapan PPKM level 4 menerapkan hal itu.

“Wilayah aglomerasi di Mamminasata level PPKM berbeda, jadi perlakukan juga berbeda level 4 memungkinkan kebijakan wali kota melakukan itu bagian dari tupoksi teman teman di kota kan ada itu Covid Hunter itulah. Anda tidak Prokes siap siap untuk antigen, karena ditakutkan sudah tidak pakai masker malah menyebar virus itu bahaya,” pungkasnya. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
3
8
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar