Rebutan Vaksin Dosis Kedua di Surabaya, Agatha Retnosari Bilang Melecehkan Akal Sehat Publik

Kamis, 5 Agustus 2021 18:17

SUNTIK: Petugas kesehatan memberikan pelayanan suntik vaksin dosis pertama kepada warga di teras kantor Kelurahan Karah, Surabaya, Selasa (27/7). Pemkot Surabaya terus menggenjot vaksinasi, namun stok vaksin dari Pemprov Jatim terbatas. (Frizal/Jawa Pos)

Selain itu, lanjut dia, vaksinasi menggunakan pertimbangan epidemiologi. Utamakan pemberian dosis dua untuk warga 50 tahun ke atas serta memiliki komorbid. ”Saya yakin Wali Kota Surabaya memahami soal penggunaan basis data dan instrumen teknologi untuk memudahkan pelaksanaan vaksinasi,” ucap Agatha Retnosari.

Untuk itu, kata dia, jangan biarkan rakyat jadi berlomba-lomba tanpa kendali untuk bisa vaksin tanpa melakukan protokol kesehatan. ”Saya berharap alokasi vaksin untuk Surabaya bisa disegerakan. Saya juga berharap percayakan saja pelaksanaan vaksin di puskesmas-puskesmas atau sentra-sentra vaksin yang tetap,” kata Agatha Retnosari.

Dia mengamati stok vaksin di puskesmas rata-rata hanya 150–200, tapi di tempat lain, beberapa pihak bisa menjalankan vaksinasi gratis dalam jumlah yang lebih besar. Untuk itu, dia berharap Pemprov Jatim untuk benar-benar memperhatikan hal ini juga.

”Untuk apa ada sentra vaksin yang lain jika pasokan di puskesmas belum bisa terpenuhi stok permintaannya. Apalagi banyak sekali jatah vaksin kedua yang terpaksa mundur dan yang belum vaksin pertama juga tidak bisa vaksin akibat stok di puskesmas yang sangat terbatas,” ujar Agatha Retnosari.

Bagikan berita ini:
7
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar