Wadduh… Sejumlah Dividen Perusahaan Daerah Belum Disetor

Kamis, 5 Agustus 2021 20:48

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sejumlah piutang dividen Perusda Makasar yang belum dibayarkan sejak 31 Desember 2020, antara lain, Perusda Pasar Makassar Raya sebanyak Rp300.191.485.54, Perusda Parkir Makassar Raya sebesar Rp650.973.951.45, dan PDAM Kota Makassar senilai Rp44.145.432.487.50.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto kecewa lantaran pendapatan Perusahaan Daerah belum maksimal dalam menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Terlebih Perusda tersebut belum menyetor dividen ke pemerintah kota. Minimnya kontribusi PAD akan menjadi bahan penilaian untuk mengevaluasi Perusda.

“Jadi akan dievaluasi (Perusda) karena pemasukan mereka ini minim tidak ada deviden,” kata Danny, Kamis (5/8/2021).

Apalagi saat ini, sudah ada dua Perusda yang beralih status ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda), yakni Parkir dan Pasar Makassar Raya. Perubahan status, kata dia, harus dibarengi dengan upaya peningkatan PAD.

“Jadi harus saya pelajari dulu karena ini kan inisiasi dewan. Paling tidak dengan adanya status hukum itukan lebih bisa bergerak,” ujarnya.

Ia menegaskan, tugas perusda adalah berkontribusi terhadap PAD Kota Makassar. “Kalau tidak ada kontribusi ke PAD, berarti tidak ada gunanya,” lanjut Danny.

Terpisah, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Helmy Budiman menyebutkan, pihaknya telah melayangkan teguran pertama, Selasa, (3/8/2021) lalu.

Teguran ini dilayangkan lantaran perusahaan daerah belum menyetor dividen ke pemerintah kota.

Adapun perusahaan daerah tersebut, antara lain, Perumda Pasar Makassar Raya, Perumda Parkir Makassar Raya, dan PDAM Kota Makassar.

“Tidak ada niat baik Perusda untuk segera melakukan penyetoran ke kas daerah. Ada uang yang disimpan di kas mereka, padahal itu sudah menjadi hak pemerintah daerah,” tuturnya.

Lanjut kata Helmy, pihaknya masih menunggu itikad baik dari Perusda untuk segera menyetor dividen ke pemerintah kota. Bila surat tersebut tak diindahkan dalam sepekan, pihaknya bakal melayangkan teguran kedua.

“Kita tunggu saja itikad baiknya,” imbuh Helmy. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
2
3
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar