Banyak Keluhan di Isolasi Apung, Danny Pomanto: Bukan Kewenangan Pemkot

Jumat, 6 Agustus 2021 15:10
Banyak Keluhan di Isolasi Apung, Danny Pomanto: Bukan Kewenangan Pemkot

Simulasi Akhir Isolasi Apung di KM Umsini beberapa waktu lalu.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Isolasi Apung terpadu di KM Umsini milik PT Pelni yang menjadi program pemerintah kota Makassar telah berjalan selama lima hari.

Namun, siapa sangka, sejak diluncurkannya pada Senin, (2/8/2021) lalu dengan ditandatangani nya Mou antara Pemkot dan PT Pelni dengan Kementerian Perhubungan, hingga saat ini masih banyak keluhan-keluhan dari pasien yang isolasi disana.

Mulai dari kondisi air, adanya kecoak hingga wifi yang lemah menjadi catatan sendiri bagi pihak kapal.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, keluhan yang ada pada dasarnya bukan kewenangan pemerintah kota.

“Jadi sebenarnya kan semua yang keluhan, baik langsung maupun keluhan dari kita sendiri itu sebenarnya bukan pada tataran kewenangan pemerintah kota,” kata Danny Pomanto sapaan akrabnya, Jumat, (6/8/2021).

Selain itu kata Danny, ada juga keluhan yang ia dapatkan juga terkait pembersih kapal. Sehingga kata dia, pihaknya telah mengirimkan cleaning service.

“Tapi ada alasan juga saya dapatkan dari teman-teman di kapal bahwa ternyata APD-nya, pembersih kapal ini. Maka saya di samping memberikan APD saya kirimkan cleaning service. Jadi kami kirimkan cleaning service. Dan sudah berjalan bagus,” ujarnya.

Terkait jumlah cleaning service kata Danny ia tak tahu secara pasti. Pada intinya kata dia, tiga regu untuk tiga shift sekitar 10 orang.

Sebelumnya, Danny menyebutkan, pasien Covid-19 tanpa gejala di kapal itu akan menjalani program isolasi paling lama 10 hari.

Isolasi apung terpadu menghadirkan konsep recovery, training motivasi serta olahraga dan rekreasi.Konsep ini dipadukan agar tidak ada kejenuhan selama masa isolasi yang tentunya dalam pengawasan dan pendampingan tenaga medis. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
10
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar