Pelan tapi Pasti, Elektabilitas Partai Demokrat Tembus Tiga Besar

Senin, 9 Agustus 2021 06:43

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Jangan sepelekan Partai Demokrat. Terus dikuyo-kuyo partai penguasa dan rezim, pelan-pelan Partai Demokrat mendapatkan simpati rakyat.

Buktinya, hasil elektabilitasnya makin melesat. Perbandingannya pun terasa mencolok dengan tahun lalu.

Tak ada yang menduga, bahwa yang identik dengan sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu kini pelan-pelan kembali mendekati puncak daftar partai politik dengan elektabilitas tertinggi.

Hebatnya, hasil survei yang dilakukan NEW INDONESIA Research & Consulting menunjukkan Partai Demokrat berhasil naik ke posisi ketiga dengan elektabilitas 10,1 persen.

Padahal, tahun lalu elektabilitas Demokrat masih berkisar di angka 3 persen.

Partai Demokrat sukses menggeser posisi Golkar, dan hanya terpaut tipis dari Gerindra (10,4 persen) yang berada di posisi dua.

Sementara itu, posisi pertama masih dikuasai PDIP, tetapi trennya terus mengalami penurunan selama setahun terakhir.

Pada survei-survei sebelumnya PDIP masih memantapkan diri pada kisaran 20-30 persen, kini turun menjadi 19,8 persen.

Hasil survei terbaru ini diungkapkan Direktur Eksekutif NEW INDONESIA Research & Consulting Andreas Nuryono dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (8/8).

“Dua partai utama pemerintah (PDIP-Gerindra) terancam oleh naiknya elektabilitas Demokrat yang berpeluang menang pada Pemilu 2024,” jelas Andreas Nuryono seperti dikutip GenPI.co.

Posisi Golkar kini merosot ke posisi keempat, dengan elektabilitas turun menjadi 7,3 persen.

Andreas Nuryono menilai, manuver Partai Demokrat yang berada di luar pemerintahan berhasil mencitrakan diri sebagai oposisi utama.

Hal serupa tidak dialami oleh PKS, yang anjlok raihan elektabilitasnya menjadi hanya 4,8 persen.

“Demokrat berhasil melawan upaya kubu Moeldoko untuk membelah internal partai, sementara PKS dibayang-bayangi oleh Gelora yang bisa dianggap sebagai sempalan PKS,” jelas Andreas Nuryono.

Sementara itu, partai baru yang dipimpin Amien Rais yaitu Partai Ummat (1,7 persen) juga makin mengancam posisi PAN (1,2 persen).

Posisi papan tengah lainnya diduduki PKB (5,7 persen), PSI (5,3 persen), Nasdem (3,5 persen), dan PPP (2,0 persen).

Pada papan bawah, Perindo (0,7 persen), Hanura (0,5 persen), Berkarya (0,4 persen). Lainnya (0,3 persen), sisanya tidak tahu/tidak jawab (25,2 persen).

Survei NEW INDONESIA Research & Consulting dilakukan pada 21-30 Juli 2021, dengan sambungan telepon kepada 1200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error ±2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.(genpi/fajar)

Bagikan berita ini:
1
1
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar