Tingginya Perkawinan Anak Ancam Masa Depan Bangsa, Apa Pemicunya?

Senin, 9 Agustus 2021 12:10

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Meningkatnya angka perkawinan anak menjadi masalah serius bagi masa depan bangsa. Selama masa pandemi, perkawinan anak naik menjadi 64.211 kasus dibanding masa sebelum pandemi yang berjumlah 23.126 kasus. Peningkatan itu membuat Indonesia berada di peringkat kedua Asia Tenggara dan ke-8 dunia untuk kasus perkawinan usia anak.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menganggap fenomena ini akan menjadi beban sosial bagi masa depan Indonesia, sebab perkawinan anak memicu berbagai persoalan dari stunting, hingga perceraian.

“Kita bisa melihat Indonesia mengalami masalah yang cukup serius dalam masalah stunting. Ini yang juga jadi bagian dari program Nasyiatul Aisyiyah. Dan kadang-kadang persoalan stunting itu muaranya sebagiannya tidak murni ekonomi,” kata Mu’ti dalam seremoni milad 93 tahun Nasyiatul Aisyiyah secara virtual, dilansir pada Senin (9/8/2021).

Permasalahan mendasar yang memicu perkawinan anak menurut Mu’ti adalah sebagian tradisi bahkan juga pemahaman agama. Karena itu dirinya berharap Muhammadiyah melalui Nasyiatul Aisyiyah hingga Majelis Tarjih terus mengedukasi masyarakat umum.

Bagikan berita ini:
5
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar