Setelah MUI, Giliran Muhammadiyah yang Minta BPIP Dibubarkan, Dianggap Tendensius

Sabtu, 14 Agustus 2021 15:03

Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas bereaksi keras terkait lomba menulis yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan tema ‘Hormat Bendera Menurut Islam’ dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam’. Busyro menilai, lomba itu tendensius dan tidak bermanfaat.

“Ini bukan saja tendensius, itu jelas-jelas useless, tidak ada manfaatnya sama sekali. Tidak ada konsep akademis ideologisnya,” ucap Busyro, seperti dikutip FIN dari CNNIndonesia, pada Sabtu (14/8).

Busyro menilai tema yang diusung BPIP justru mengadu domba sekaligus penghinaan terhadap komunitas santri. Dia mengatakan Hari Santri bukan hanya milik warga Nahdlatul Ulama saja, tapi milik semua umat Islam.

“Apakah selama ini negara itu ada problem dengan penghormatan bendera Merah Putih? Problem lagu kebangsaan? Faktanya tidak ada. Kalau tidak ada, mengapa BPIP mencari-cari penyakit ini namanya,” kata Busyro.

Dia mengatakan BPIP perlu meninjau kembali rencana lomba tersebut dan segera mencabutnya. Sebab menurutnya, tema itu hanya akan mengusik umat Islam.

Bagikan berita ini:
10
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar