Evaluasi Perpanjangan PPKM Dinilai Belum Berhasil Menurunkan Kasus Covid-19 secara Signifikan

Minggu, 15 Agustus 2021 17:22

TUGAS MULAI: Sejumlah tenaga kesehatan menangani Covid-19 yang baru tiba di IGD RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, kemarin (18/7). (HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan berakhir 16 Agustus. Setelah itu, tergantung keputusan pemerintah apakah memperpanjang lagi atau dilonggarkan. Sebelum mengambil keputusan, evaluasi perpanjangan PPKM dinilai belum berhasil menurunkan kasus secara signifikan. Angka kematian pun masih tinggi.

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan PPKM memang ada pengaruhnya pada penurunan kasus di perkotaan daerah Jawa-Bali. Namun kemajuan itu tak berpengaruh pada wilayah pedesaan di mana angka kasus dan kematian tetap tinggi.

“Kalau bicara PPKM jelas ada potensi positif ya untuk Jawa Bali, bisa mencegah potensi perburukan kasus. Atau skenario terburuk, misalnya kematian bisa 3 ribu sampai 5 ribuan,” katanya kepada JawaPos.com, Minggu (15/8).

Menurut Dicky, kematian saat ini pernah mencapai 2 ribuan kasus. Artinya itu terjadi karena puncak kasus masih tak terdeteksi akibat tes yang rendah.

“Sayangnya banyak kasus yang luput dideteksi akibat minimnya testing dan tracing. Ini tetap berbahaya. Karena kasus-kasus di perkotaan menurun tapi di pedesaan jauh meningkat. Dan potensi kematian meningkat di kampung-kampung Jawa-Bali. Itulah yang terjadi pada kondisi saat ini. Semestinya tahapan puncak kasus infeksi akhir Juli Agustus bisa kita hindari,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
1
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar