Ketua MPR Usul Amandemen Terbatas UUD 1945, Demokrat: Bukan Keinginan Rakyat

Senin, 16 Agustus 2021 14:43

Anggota Komisi V DPR RI, Irwan Fecho

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demorkat, Irwan Fecho melontarkan kritik soal wacana amandemen UUD 1945 tentang Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN) yang dibahas oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam sidang tahunan MPR RI 2021 di gedung Parlemen, Senin (16/8/2021).

Menurutnya, amandemen UUD 1945 di saat pandemi tidak dibutuhkan oleh rakyat. Saat ini rakyat hanya butuh bertahan hidup menghadapi gelombang pademi covid-19.

“Amendemen konstitusi di tengah pandemi bukan yang diinginkan rakyat. Mereka butuh makan, butuh vaksin & juga butuh pekerjaan,” ujar Irwan, Senin (16/8).

Dia mengharapkan agar pemerintah tidak melakukan upaya-upaya menguatkan kekuasaan di tengah kesengsaraan yang dialami masyarakat.

“Jangan ada upaya menguatkan kekuasaan di tengah kesengsaraan rakyat, justru semua harus fokus pada upaya penguatan kesejahteraan dan keselamatan rakyat,” tuturnya.

Irwan Fecho juga mengkritik pidato Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua DPR RI, Puan Maharani, serta Ketua DPD La Nyalla Mattalitti. Dia menyebut, pidati kedua tokoh tersebut seolah hanya sebagai juru bicara bagi pemerintah.

Bagikan berita ini:
4
4
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar