Korban Kekerasan Oknum Satpol PP Gowa Diperiksa Polisi

Senin, 16 Agustus 2021 21:49

Ivan dan Riyana saat live Facebook dari rumah sakit di Makassar.

FAJAR.CO.ID, GOWA – Korban penganiayaan oleh oknum Satpol PP Gowa, Nur Halim dan istrinya, Riyana telah diperiksa polisi Terkait laporan dari salah satu ormas, soal kehamilan pasangan suami istri itu beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rahman, mengatakan, Nur Halim dan istrinya telah diperiksa penyidik sejak pagi hari tadi.

“Hari ini tadi sekitar jam 10 pagi sudah dilakukan pemeriksaan terlapor,” katanya saat dikonfirmasi pesan singkat, Senin (16/8/2021).

Dari hasil pemeriksaan itu, Boby belum bisa menjelaskan detail. Termasuk poin-poin pernyataan dari korban penganiayaan oknum Satpol PP Gowa itu.

Sebelumya, salah satu Ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) telah melaporkan pasutri itu ke polisi karena telah menyebarkan berita bohong yang menyatakan dirinya hamil, saat dianiaya oleh oknum Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan saat operasi PPKM pada 14 Juli 2021 lalu.

Dengan tegas dan terang, Nur Halim menyatakan bahwa istrinya itu hamil sembilan bulan. Namun dari hasil tes USG di RS Ibnu Sina dan disampaikan oleh Nur Halim dalam siaran langsungnya di sosial media, istrinya itu tidak hamil.

BMI pun geram atas kebohongan itu hingga melaporkan pasangan itu ke Polres Gowa.

“Kami telah melaporkan ini ke Polres Gowa. Kami membawa alat bukti salah satunya bukti rekaman video live Facebook si Ivan yang menyatakan istrinya itu tidak hamil,” kata Ketua Brigade Muslim Indonesia, Muh Zulkifli di Mapolres Gowa, Kamis (22/7/2021) lalu.

Belum sampai di situ, Riyana dan Nur Halim kembali diserang dengan laporan telah menerobos empat makam pahlawan yang kini dijadikan kafe miliknya.

Termasuk izin operasional kafe miliknya itu yang dianggap tidak ada sejak awal didirikan hingga kini. Pihak Pemkab Gowa pun belum menindaklanjuti kafe ilegal milik Nur Halim dan Riyana itu. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
4
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar