Jokowi Ingan Bangun Kemandirian Pangan, PKS: Anggaran Pertanian Malah Dipotong Rp6,3 Triliun

Selasa, 17 Agustus 2021 14:42

Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR. (Ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan merespon pidato kenegaraan dan nota Keuangan APBN 2022 yang disampaikan Presiden Joko Widodo, Senin (16/8) di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta.

Dalam muatan pidato tersebut pemerintah merencanakan pertumbuhan ekonomi 2022 dalam kisaran 5,0 – 5,5 persen. Namun menurutnya sangat disayangkan pemerintah tidak menjadikan sektor pertanian sebagai fokus utama kebijakan APBN 2022.

Padahal, menurut Johan, pertumbuhan sektor pertanian mencapai 1,75 persen pada 2020 dan pangsa PDB sektor pertanian naik menjadi 13,71 perseb, serta tenaga kerja pertanian naik dari 36,71 juta pada Agustus 2019 menjadi 41,13 pada Agustus 2020.

“Hal tersebut harusnya jadi dasar pertimbangan pentingnya memperkuat sektor pertanian pada masa pandemi ini,” ujar Johan, Selasa (17/8).

Politisi PKS ini menilai, pemerintah harusnya sadar bahwa pertanian membutuhkan dukungan APBN untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Menurutnya, agar Indonesia terhindar dari resesi ekonomi, hendaknya menjadikan pertanian sebagai basis ekonomi dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran yang semakin meningkat pada masa pandemi ini.

Bagikan berita ini:
6
5
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar