Korban Pemukulan Satpol PP Diperiksa Polisi, Penasihat Hukum Bilang Begini

Selasa, 17 Agustus 2021 15:32

Ivan dan Riyana saat live Facebook dari rumah sakit di Makassar.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Gowa, Mardani Hamdan kepada pasangan suami istri, Nur Halim dan Riyana masih berlanjut di penyidik Polres Gowa.

Pasangan suami istri itu justru dilaporkan balik oleh salah satu ormas, karena telah membuat berita bohong karena Riyana yang mengaku hamil sembilan bulan.

Terbaru, Senin pagi (16/8/2021) kemarin, polisi mengaku telah memeriksa pasangan suami istri itu. Namun belakangan, muncul bantahan dari penasihat hukum pasutri tersebut, Ari Dumais.

Dia bilang, kliennya itu diperiksa hanya untuk dimintai keterangan untuk melengkapi berkas perkara di penyidik untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa.

“Bukan pemeriksaan atas laporan itu. Tapi yang benar adalah mereka dimintai tambah keterangan untuk melengkapi berkas perkara, yang telah dikembalikan ke Jaksa. Jadi bukan soal pelaporan Ormas itu,” katanya, Selasa (17/8/2021).

Sejauh ini pula, lanjut Ari melalui sambungan telepon, pihaknya belum menerima surat panggilan pemeriksaan dari penyidik terkait kebohongan kehamilan kliennya, yang dilaporkan Brigade Muslim Indonesia (BMI) beberapa waktu lalu.

Bagikan berita ini:
7
10
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar