Evakuasi Warga, Inggris Kerja Sama dengan Taliban di Kabul

Kamis, 19 Agustus 2021 19:39

Pasukan Inggris dari 16 Brigade Serangan Udara tiba di Kabul, Afghanistan, untuk membantu para warga negara Inggris meninggalkan negara itu. Ini sebagai bagian dari Operasi PITTING setelah gerilyawan Taliban menguasai istana presiden di Kabul (Reuters)

FAJAR.CO.ID, KABUL — Inggris bekerja sama dengan Taliban di Kabul untuk mengevakuasi warganya dan warga Afghanistan yang memenuhi syarat. Hal ini seperti disampaikan Duta Besar Inggris untuk Afghanistan, Laurie Bristow pada Rabu (18/8). Bristow mengatakan bahwa program evakuasi akan berlangsung dalam hitungan hari.

Negara-negara Barat memang sedang bergulat untuk mengeluarkan diplomat, warga sipil, dan warga Afghanistan yang memenuhi syarat dari Kabul saat Taliban berkuasa. Taliban kini tengah melakukan upaya pertama untuk mendirikan pemerintahan setelah secara cepat menguasai ibu kota.

“Sangat menarik bahwa Taliban telah memilih untuk mendukung operasi ini,” kata Dubes Bristow kepada wartawan dalam rekaman pendek televisi yang diambil dari Kabul.

“Penilaian saya adalah bahwa Taliban melihatnya sebagai kepentingan mereka untuk membantu hal itu berlangsung secara tertib dan jelas. Dan, jelas, adalah kepentingan kami untuk melihatnya seperti itu. Jadi kami bekerja dengan mereka dan kami perlu melakukannya secara praktis,” imbuh Bristow.

Ketika ditanya berapa lama memperkirakan upaya evakuasi akan berlangsung, Bristow mengatakan pihaknya akan bekerja berdasarkan hari, bukan minggu. “Sebelumnya kami mengeluarkan sekitar 700 orang,” katanya dalam video yang dirilis di Twitter pada Rabu (18/8).

“Kami mencoba untuk meningkatkan kecepatan, selama beberapa hari ke depan, kami akan mengerahkan semua yang kami bisa untuk beberapa hari ke depan, mencoba mengeluarkan orang-orang yang perlu kami selamatkan sesegera mungkin dan semampu kami,” tambah Bristow.

Sementara itu, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan, bahwa sejak Minggu (15/8) sekitar 1.200 orang telah meninggalkan Kabul dengan penerbangan menuju Inggris. Ketika ditanya apakah Inggris berharap untuk membawa 1.000 orang keluar dari Afghanistan tiap hari, Kemenlu Inggris mengiyakannya. (ant/jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
8
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar