HMI Banyak Tafsir

Kamis, 19 Agustus 2021 13:59

Prof Mustari Mustafa

(Tanggapan Atas Tulisan Profesor HM Qasim Mathar)

OLEH Mustari Mustafa

Guru Besar Filsafat Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin/Pengurus KAHMI Wilayah Sulsel dan Kota Makassar

TULISAN Profesor Qasim Mathar seorang Guru Besar senior di UIN Alauddin yang juga dikenal sebagai sesepuh HMI yang berjudul “HMI Sudah Tiada” pada Kolom Jendela Langit Sabtu, 14 Agustus 2021, dari sisi tema dan pesan, tentu “menghentak” publik terutama publik HMI sebagai organisasi mahasiswa tertua bahkan terbesar, serta publik KAHMI(Korps Alumni HMI) sebagai wadah berhimpun alumni HMI di Indonesia.

HMI dan KAHMI tidak memiliki hubungan struktural meskipun keduanya tidak dapat dipisahkan. Faktor dualisme HMI yakni adanya perpecahan HMI Dipo dan HMI MPO dan anak-anak HMI banyak menghabiskan waktu di warkop-warkop merupakan titik tolak pandangan Profesor Qasim meragukan ke-Ada-an sekaligus ke-Tiada-an HMI.

Kalau belum mau bersatu dan masih suka nongkrong di seputar meja warkop itu, sama dengan ke-Tiada-an masa depan karena harapan dan masa depan itu hanya Ada pada anak mudayang hanya memakai bendera organisasi yang sama, bukannya berbeda-beda.

Bagikan berita ini:
5
8
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar