Atasi Limbah Medis Covid-19, Pemerintah Alokasikan Rp1,3 Triliun

Jumat, 20 Agustus 2021 18:45

Ilustrasi Limbah Medis. (FOTO: AFP)

“Kementerian LHK juga melakukan sejumlah rekomendasi terkait hal-hal yang harus dilakukan terkait penanganan limbah medis di fasyankes, tempat vaksinasi, uji lab untuk Covid-19 hingga isolasi mandiri yang merambah sampai ke hotel,” beber Sinta.

Sinta mengatakan, limbah medis Covid-19 tidak boleh dibuang langsung ke TPA bersama limbah lainnya. Hal itu dikarenakan sifatnya mudah menular, maka harus ditangani khusus.

“Dipisahkan sesuai jenis limbahnya, kemudian ditaruh kantong plastik, dilakukan desinfeksi dan diikat rapat sebelum dibawa ke tempat pemusnahan atau pengolahan limbah B3 yang memiliki izin,” ujarnya.

Untuk memusnahkan limbah medis B3, saat ini pemerintah menjalin kerja sama dengan pabrik semen. “Sejauh ini ada 12 pabrik semen yang membantu memusnahkan limbah medis di wilayah setempat. Diharapkan akhir tahun 2021 akan terbangun 10 fasilitas pengolahan,” kata Sinta.

Bicara tentang jasa pengolahan limbah medis Covid-19, CEO PT. Jasa Medivest Olivia Allan Sumargo mengatakan, perusahaan yang dikelolanya yang berlokasi di Dawuhan, Jawa Barat, memiliki dua alat insinerator dengan kapasitas masing-masing 12 ton per hari.

Bagikan berita ini:
10
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar