Warga Taman Meruya Tolak Pembangunan Masjid, Musni Umar Bilang Begini

Sabtu, 21 Agustus 2021 16:18

Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar dihadirkan sebagai saksi ahli dari pakar Sosiologi dalam sidang gugatan terhadap Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan benomor 1021/2020 tanggal 9 Oktober 2020.

SK Gubernur Anies itu tentang izin pemanfaatan aset/tanah untuk pembangunan masjid At Tabayyunn di Taman Meruya kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan Jakarta Barat. Sidang digelar, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta, Jumat (20/8).

Dalam pemaparannya, Musni Umar mengatakan, pembangunan rumah ibadah merupakan manifestasi dalam rangka mewujudkan sila pertama dari Pancasila yang menjadi dasar negara.

“Saya mengemukakan bahwa pasal 29 ayat 1, negara berdasarkan atas ketuhanan yang maha esa. Maka pemerintah berkewajiban untuk membantu, untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan keagamaan termasuk pembangunan Masjid atau Gereja,” kata Musni Umar menceritakan jalannya persidangan, dilansir kanal YouTube-nya, Sabtu (21/8/2021).

Dia mengatakan, di taman Villa itu telah berdiri sebuah Gereja mewah yang bernama Gereja Maria Kusuma Karnel. Sehingga sangat tidak adil, jika pembangunan Masjid di kawasan itu ditolak.

Bagikan berita ini:
10
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar