Bisnis Tanah Kavling BMT As’adiyah Diduga Tak Kantongi Izin

Kamis, 26 Agustus 2021 22:26

IST

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Bisnis tanah kavling Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) As’adiyah Sengkang, Desa Mario, Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo diduga tidak memiliki izin Kavling dari Pemerintah Kabupaten Wajo. Bahkan material timbunan disinyalir didapatkan dari tambang galian c ilegal.

Hal tersebut diungkapkan Pemerhati Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Sukriadi. Menurutnya, bisnis property dalam bentuk kavling yang dikelola BMT As’diyah dijalankan tidak sesuai prosedur

Sejumlah izin yang menjadi syarat dalam menjalankan bisnis jual beli tanah Kavling belum dikantongi. Bahkan material timbunan untuk menimbun lokasi didapatkan dari tambang galian c ilegal.

“Izin kavling tidak ada, Analisis Dampak Lingkungan atau Amdal, Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) dan Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) juga sama sekali belum dikantongi pengembang, dalam hal ini BMT As’diyah. Belum lagi izin-izin yang lainnya,” ujarnya, Kamis (26/8/2021).

Menurut Sukri, Seluruh pengajuan usaha lahan kavling juga harus mengantongi block plant. Yakni, pengusaha harus menyusun perencanaan pembangunan dengan sistem 60:40. Sebanyak 60 persen dari total lahan digunakan untuk pendirian rumah. Sisanya berfungsi sebagai fasilitas umum-fasilitas sosial (fasum-fasos). Selain itu, lebar jalan akses yang disiapkan minimal 6 meter.

Bagikan berita ini:
3
9
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar