Nominator Desa Wisata dari Sulsel (1-)

  • Bagikan

"Kayu bitti itu tumbuh sendiri. Bibitnya susah didapat, kalaupun ada diameternya baru sekitar 10," katanya.

Tantangan lain para pembuat perahu, virus korona semakin memperparah. Pesanan kapal pun tak lagi ramai seperti dahulu. Proyek tahun 2018 mangkrak hingga 2021 ini.

Beberapa panrita di rumahkan, hanya tersisa dua orang yang digaji harian. Padahal untuk membuat kapal siap berlayar dibutuhkan 10 hingga 12 orang. Namun, aktivitas pembuat perahu di Desa Ara tetap dapat ditemukan.

Kepala Desa Ara, Amiruddin mengatakan, tersisa Ara yang mewakili Bulukumba dalam lomba desa wisata membuat kaget. Namun, baginya, Desa Ara memiliki keunggulan.

Ada wisata tebing Apparalang, Pantai Pasir Putih Mandala Ria. Sekaligus merupakan tempat para ahli pembuat perahu Pinisi yang telah diakui oleh dunia.

Tak kalah penting lagi katanya, Mandala Ria memiliki sejarah, yakni menjadi tempat pembuatan perahu pendaratan pembebasan Irian Barat, yang saat itu dipimpin oleh Soeharto saat masih bertugas di militer."Di sinilah dibuat kapal pendaratan sebanyak 20 buah dengan waktu 20 hari," klaimnya. (*)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan