Tak Terapkan Aplikasi Peduli Lindungi, Pengelola Toko New Agung Ngaku Kesulitan

Kamis, 26 Agustus 2021 21:26

FOTO: SELFI/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengelola Toko New Agung mengaku belum menerapkan aplikasi Peduli Lindungi terhadap para pengunjung.

Ada beberapa kendala yang membuatnya kesulitan menerapkan aturan baru tersebut. Termasuk dari pihak karyawan maupun pengunjung.

“Belum diterapkan karena orang kami juga masih mau diajar juga bagaimana pemakaian aplikasi Peduli Lindungi ini,” katanya, Kamis (26/8/2021).

Selain itu, kata dia, pengunjung juga sering merasa kesulitan. Pasalnya tidak semua pengunjung memiliki kuota dan smartphone.

Menurutnya, dengan penerapan aplikasi tersebut justru berpotensi membuat kerumunan ketika sedang pengecekan.

Sehingga, kata dia, dalam pemeriksaan lebih baik kartu vaksin secara fisik yang dibawa pengunjung.

“Satu sisi itukan punya kuota. Tidak semua punya smartphone. Dengan adanya aplikasi Peduli Lindungi makin banyak orang menunggu di depan. Sedangkan kalau ada vaksin bisa tunjukkan kartu vaksin,” ujarnya.

Rudi menyebutkan, sepengetahuannya yang minta penerapan kartu vaksin ketika melakukan pertemuan dengan pihak Pemkot di Balaikota adalah pihak pengelola Mal.

Sehingga menurutnya aturan itu hanya berlaku secara tegas terhadap mal, beda dengan pusat perbelanjaan sekelas New Agung.

“Waktu saya ke Balaikota itu hari yang mal mau buka, mengenai penggunaan Peduli Lindungi itu wacananya dari pihak mal. Bukan dari pihak pemerintah kota untuk itu. Jadi kan tidak diwajibkan seratus persen Peduli Lindungi. Itu untuk sekelas mal sebenarnya,” jelasnya.

Kendati demikian, ia akan mengupayakan penggunaan aplikasi tersebut. Namun, tentunya butuh waktu untuk menyesuaikan.

“Untuk sementara kita berusaha melaksanakan Peduli Lindungi tapi kan harus menyesuaikan itu. Biasa hp nya masih pakai hp biasa. Jadi dari pihak Satpol PP tadi bilang kalau memang bisa harus diperlihatkan buktinya,” imbuh Rudi.

Terpisah, Kasi Penegakan Satpol PP Makassar, Muh Muflih mengungkapkan, pihaknya telah meminta pihak pengelola untuk menerapkan pengecekan kartu vaksin minimal bukti fisik atau melalui aplikasi Peduli Lindungi.

“Edaran baru yang masuk ke sini untuk pelaku usaha mewajibkan memakai aplikasi peduli lindungi atau minimal memperlihatkan bahwa dia sudah vaksin pertama,” tuturnya. (selfi/fajar)

Bagikan berita ini:
10
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar