Belum Berbuat Banyak, Pemda Tunggu Keputusan Pusat Soal Pajak Sembako

Jumat, 27 Agustus 2021 16:20

Ilustrasi aparat Dirjen Pajak Kementerian Keuangan membantu wajib pajak melakukan pelaporan SPT (Dok.JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, GOWA — Wacana penerapan pajak sembako menuai protes. Hal itu dianggap beban bagi rakyat kecil yang justru menjadi korban dalam aturan ini.

Memang, wacana itu munculnya dari pusat. Penerapannya tentu akan berlaku di seluruh pelosok tanah air. Namun untuk saat ini, pemerintah di daerah masih menunggu arahan terkait hal itu.

“Saya masih menunggu surat edaran dari perpajakan. Termasuk dari Kementrian Perdagangan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gowa, Andi Sura, Kamis (10/6/2021).

Jika pungutan pajak itu benar-benar berlaku, sembako yang nantinya akan terkena Pajak Pertambahan Nilai (PPN), adalah sembako yang paling sering ditemui di dapur rumah kita.

“Kalau memang bakal diterapkan., kemungkinan beras, minyak, telur, dan lain sebagainya akan kena PPN. Tapi ini sifatnya masih draf. Draf itu dibuat untuk melihat respon masyarakat atas rencana pemerintah menerapkan PPN sembako,” tambahnya kepada wartawan.

Pihaknya juga saat ini belum bisa berbuat apa-apa terkait pengenaan PPN terhadap bahan sembako. Baik sosialisasi, atau sebagainya.

Bagikan berita ini:
1
2
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar