Sebagai Penumpang Terakhir, PAN Tidak Bisa Mendikte Jokowi

Jumat, 27 Agustus 2021 11:36

Zulkifli Hasan dan Presiden Jokowi (Foto: Setpres)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Partai Amanat Nasional (PAN) diduga kuat bakal merapat di koalisi besar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Hal tersebut terkonfirmasi setelah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama Sekretaris Jenderal Eddy Soeparno ikut hadir dalam undangan Presiden Jokowi dalam pertemuan petinggi partai koalisi di Istana Merdeka, Rabu (25/8/2021).

Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin Makassar, Sawedi Muhammad menyebut PAN sangat berharap mendudukkan salah satu kadernya di kabinet dengan harapan mendapat akses ke sumber daya ekonomi dalam memperkuat jejaringnya secara nasional.

Tapi, partai berlambang matahari terbit itu tidak bisa mendiktekan di kementerian mana untuk diduduki kadernya.

Posisi PAN sebagai penumpang di gerbong terakhir tidak punya banyak pilihan.

“Sebagai partai dengan posisi di papan tengah yang sangat riskan turun di papan bawah, PAN membutuhkan cantolan politik di kementerian sebagai sumber energi baru mengumpulkan modal sosial dan politik untuk bisa berhasil melewati ambang batas parlemen di pemilu berikutnya,” tutur Sawedi kepada fajar.co.id, Jumat (27/8/2021).

Bagikan berita ini:
3
10
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar