Klaim Salah, Covid Dapat Diobati dengan Cara Berendam di Air Laut, Ini Penjelasannya

  • Bagikan

Dikutip dari artikel di Republika.co.id pada 19 Maret 2018, penelitian oleh University of Exeter Medical School bersama Pusat Ekologi dan Hidrologi AS itu menemukan bahwa mandi air laut bisa meningkatkan risiko terkena penyakit hingga dua kali lipat, seperti penyakit telinga secara umum dan penyakit telinga secara khusus hingga 77 persen. Adapun risiko penyakit gastrointestinal dapat meningkat 29 persen.

“Di negara-negara kaya seperti Inggris, ada persepsi bahwa, jika ingin jarang sakit, habiskan banyak waktu di laut. Namun, makalah kami menunjukkan sebaliknya, bahwa menghabiskan banyak waktu di laut meningkatkan kemungkinan berkembangnya banyak penyakit, seperti penyakit telinga dan penyakit yang melibatkan sistem pencernaan, yakni sakit perut dan diare. Kami menduga, hal ini mengindikasikan bahwa polutan mencemari laut beberapa negara terkaya di dunia,” ujar peneliti University of Exeter Medical School, Anne Leonard.

Saat ini, air laut telah tercemar berbagai macam polutan, termasuk limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian. Adapun penelitian tersebut dilakukan terhadap 120 ribu responden. Studi ini mengamati hubungan antara kebiasaan mandi laut dan kejadian penyakit di negara-negara seperti AS, Inggris, Australia, Selandia Baru, Denmark, dan Norwegia. (*/fnn)

  • Bagikan