Ketua DPRD: Pengadaan Randis Bupati Momennya Tidak Tepat, Namun…

Rabu, 1 September 2021 22:14

Nampak mobil Dinas Baru Bupati Enrekang, jenis New Marcedes-Benz V-260.(Rachmat Ariadi/Fajar)

FAJAR.CO.ID, ENREKANG — Pengadaan kendaraan dinas (Randis) baru Bupati Enrekang, Muslimin Bando di tengah pandemi terus disorot.

Pasalnya, pengadaan randis jenis New Marcedes-Benz V-260 senilai Rp1,6 miliar itu tidak tepat di situasi Pandemi Covid-19 ini.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Enrekang, Muh Nasir mengatakan, pembelian randis baru untuk Bupati itu tak melihat situasi sulit di masyarakat sekarang. Bahkan, kata dia, Pemkab Enrekang tidak memilki sense of crisis.

“Pemkab ini tidak peka melihat kondisi yang dihadapi masyarakat sekarang atau sense of crisis. Tidak memiliki empati sama sekali. Ini masa Pandemi kenapa harus beli Randis baru,” katanya, Kamis, 1 September.

Seharusnya kata Nasir lagi, Pemkab Enrekang serius membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat atau UMKM yang terdampak. Mantan Ketua DPRD Enrekang ini juga memahami anggaran mobil dinas baru merupakan hak kepala daerah. Namun, kepala daerah bisa mengambil keputusan kembali setelah anggaran tersebut disetujui DPRD Enrekang.

“Memang haknya, tapi sebagai kepala daerah inikan bisa ditolak, kembali dianggarkan kalau kondisi normal. Lihat kondisi sekarang, Enrekang terus masuk zona merah, kenapa pengadaannya bukan untuk mobiler PCR Covid-19, itukan dampaknya bisa dirasakan masyarakat,” ungkaapnya.

Pengadaan mobil dinas baru itu dianggarkan di APBD 2021. Memiliki kapasitas 1.999 CC dengan keunggulan panoramic sliding sunroof dan meja tengah di kabinnya, mobil dinas baru Bupati Enrekang ini terlihat mewah.

Sementara Ketua DPRD Enrekang, Idris Sadik mengakui saat pembahasan APBD 2021 pengadaan Randis untuk Bupati sempat diperdebatkan oleh dewan. Namun, hal tersebut dipahami dewan melihat kondisi mobil Bupati yang sering rusak.

“Ini sempat menjadi debat table. Sebenarnya ada pengadaan juga Randis untuk Sekwan seharga Rp400 juta tapi itu ditunda dulu karena lagi recofusing. Kita lihat kondisi mobil lama Bupati memang sudah sering rusak,” jelasnya.

Idris menyatakan, dari segi kemanusiaan di tengah pandemi ini memang momennya tidak tepat untuk pengadaan Randis baru. Namun, di sisi lain kata dia, Bupati juga harus menjalankan tugasnya secara cepat dan maksimal.

“Kalau sering mogok mobilnya, yaa pasti kerja Bupati terhambat. Kita harus lihat sisi itu juga,” ucap Idris.(Rac)

Bagikan berita ini:
3
5
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar