Novel Bamukmin ke Ferdinand: Ngawur! Bukan Praktisi Tetapi Sok Paham Hukum

Kamis, 2 September 2021 20:02

Mantan Sekretaris Bantuan Hukum FPI, Aziz Yanuar dan Novel Bamukmin. (Foto: JPNN)

FAJAR.CO.ID — Wakil Sekjen Persudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin kembali mengomentari pernyataan Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean yang mengkritisi putusan banding Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam perkara swab test RS UMMI Bogor, Jawa Barat di Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.

Ferdinand sebelumnya mengatakan Novel sebagai seorang pengacara seharusnya mengerti apa itu hukum dan bagaimana hukum itu berproses, apa itu peradilan, apa itu pengadilan, apa kekuasaan pemerintah, dan apa kekuasaan kehakiman dalam konteks perkara Rizieq Shihab.

Tak hanya itu, mantan politikus Partai Demokrat itu menyatakan Novel Bamukmin yang berprofesi sebagai pengacara dan mengerti hukum seharusnya juga tahu bahwa vonis Habib Rizieq bukan diputus oleh peradilan pemerintah sehingga tidak ada urusannya dengan kepentingan kekuasaan.

Tokoh senior FPI itu juga turut menanggapi pernyataan Ferdinand yang menyebut vonis Habib Rizieq tidak ada urusannya dengan pemerintah. Novel menjelaskan presiden bisa memberikan garasi, amnesti, dan abolisi karena memiliki kekuasaan tertinggi.

“Kekuasaan tertinggi ada di tangan presiden. Putusan di tingkat pertama saja Jokowi dilibatkan apalagi putusan di tingkat kedua (banding, red) apalagi ke atas seterusnya jelas sangat bisa,” ujar Novel.

Novel juga menjawab pernyataan Ferdiand yang menyebut Habib Rizieq bukan siapa-siapa dalam kancah politik nasional. Dia menegaskan Habib Rizieq sangat berpengaruh di Indonesia. Terbukti, kata dia, saat HRS kembali dari arab, bandara lumpuh total lantaran memiliki pengikut yang banyak. Menurut Novel, itu semua adalah fenomena terbesar di dunia.

“HRS adalah sosok paling berpengaruh dan ditakuti dengan pengikut yang sangat besar. Sampai bandara lumpuh atas kedatangan IB HRS dengan jutaan penjemput,” tutur Novel Bamukmin. (jpg)

Bagikan berita ini:
8
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar