Timur Darurat

  • Bagikan

Delapan tahun lalu mulailah Widodo memikirkan untuk meneliti nikel. Ia tinggalkan penelitian timbal. Masa depan bukan lagi aki timbal. Masa depan adalah baterai lithium.

Widodo tahu: begitu besar deposit nikel di Indonesia. Khususnya di Sulawesi dan Halmahera. Terbesar di dunia. Tapi begitu mahal investasi mengolah nikel. Sampai Rp 15 triliun untuk sebuah smelter yang efisien.

Itulah yang memicu Widodo untuk menemukan teknologi smelter yang realistis bagi pengusaha Indonesia. Maka lahirlah teknologi STAL ciptaannya: Step Temperature Acid Leach. Yang investasinya hanya sepertiga dari sistem yang ada: Hpal.

Bukan hanya itu. Ukuran smelternya pun lebih kecil –tapi bisa ditambah-kembangkan secara mudah. Sistemnya modul. Tiap modul hanya 10 persen kapasitas sistem Hpal yang efisien. Dengan bahan baku hanya 600 ton/hari. Ini membuat tambang kecil pun bisa fisibel –kecil untuk ukuran tambang, besar juga.

Begitu banyak pemilik tambang nikel yang kemarin menghubungi saya: minta nomor kontak Widodo.

Arek Porong ini telah melakukan manufacturing hope bagi kuburan uang di tambang nikel. (disway)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan