Panganiaya Mubalig Sebut Korban Terpengaruh Hal Mistis

Jumat, 3 September 2021 18:53

Tersangka utama, Nasir Daeng Rurung, saat ditanya polisi.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Pengakuan Nasir Daeng Rurung terbongkar. Tersangka kasus penganiayaan terhadap Kamaruddin di Kabupaten Gowa, memberikan pernyataan mengejutkan.

Dalang dalam kasus itu bilang, saat ia bertemu dengan korban di kawasan hutan di Desa Belapungranga, Kecamatan Parangloe, Gowa, ia tampak curiga.

Betapa tidak, saat itu Nasir melihat korban melintas seorang diri di hutan dengan mengendarai sepeda motor. Kamaruddin saat itu juga membawa parang dan tali tambang.

Dengan perlahan, Nasir pun mendekat sambil menenteng parang milik Kamaruddin dan mulai bertanya.

“Saya ambil dan bilang apa kau cari?,” tanya Nasir kepada Kamaruddin saat itu.

“Dia bilang, saya disetan (pengaruhi hal mistis),” kata Nasir, yang menirukan ucapan Kamaruddin saat itu.

Tak berselang lama percakapan itu, Nasir pun mulai beringas dan menyerang Kamaruddin. Kamaruddin pun berlari tertatih ke area hutan.

Nasir kemudian memprovokasi warga lain yang melihat pelarian Kamaruddin ke hutan, dan menuduhnya sebagai pencuri ternak yang kini meresahkan warga di dataran tinggi Kabupaten Gowa itu.

Atas dasar itu, Nasir dan tiga tersangka lainnya menganiaya Kamaruddin dengan cara ditebas. Menyusul dicokoki racun oleh Basri Daeng Lala hingga korban kritis dalam hutan.

“Ada pernah sapi dicuri di dalam (hutan). Sudah banyak (ternak warga dicuri). Saya juga pernah tapi sudah lama,” tambahnya kepada polisi di Polres Gowa.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rahman, membantah tuduhan bahwa korban adalah pencuri ternak.

“Korban ini dituduh oleh para tersangka tanpa ada dasar. Mereka (tersangka) juga sering kehilangan ternak tapi tidak melapor ke polisi,” katanya, kepada wartawan.

Namun apa daya, korban Kamaruddin telah meninggal atas perbuatan keji empat tersangka itu. Saat ini, mereka resmi ditahan di Mapolres Gowa.

Diketahui, pria bernama Kamaruddin ditemukan sekarat di sekitaran hutan di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, pada Selasa (31/8/2021) pukul 18.00 WITA kemarin.

Korban yang ditemukan warga pun langsung dibawa ke Puskesmas Parangloe untuk diberikan pertolongan. Sayang, di sana nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
10
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar