Sri Mulyani Indrawati: Kita harus menyehatkan APBN, artinya pendapatan negara harus semakin diperbaiki

Jumat, 3 September 2021 22:14

Foto : Iwan Tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dampak pandemi Covid-19 menekan laju roda perekonomian nasional. Hal itu karena pembatasan mobilitas yang dilakukan oleh pemerintah demi menekan penularan Covid-19.

Sri Mulyani menyebut, penurunan mobilitas sangat berdampak pada daya beli masyarakat. Kehadiran virus Covid-19 varian delta menyebabkan pemerintah kembali melakukan pembatasan mobilitas secara ketat. Akibatnya, sejak Juli lalu membuat sektor bisnisterdampak.

“Orang gak lagi pergi belanja dan yang lain-lain maka ritel dan rekreasi merosot lagi minus-nya 13 persen mobilitas minusnya 17 persen dalam 1 bulan di bulan Juli,” ujarnya dalam webinar FEB UNPAD, Jumat (3/9).

Meskipun demikian, Sri Mulyani mengungkapkan, lumpuhnya mobilitas juga dalam rangka untuk melindungi keselamatan masyarakat terhadap ancaman varian delta. Tetapi akses di bidang sosial ekonomi sangat berat dan ini artinya kita harus formulasikan lagi kebijakan.

“Meskipun kita lihat Alhamdulillah, meskipun kita tahu berat namun kita bersama-sama masyarakat, dunia usaha, pemerintah telah menyebabkan sekarang kasusnya menurun lagi,” tuturnya.

Meski terjadi perbaikan kasus, lanjutnya, APBN masih terus diperlukan untuk pemulihan ekonomi negara sejak tahun lalu. APBN masih dalam situasi menyangga pemulihan yang masih dalam tahap sangat awal.

“Kami merevisi APBN hingga dua kali tahun lalu pertama melalui Perpres 54 kemudian Perpres 72 dengan ini kami bersama dengan DPR melakukan secara sangat cepat,” ungkapnya.

Sri Mulyani menambahkan, selama pemulihan ekonomi, dirinya tidak ingin utang negara membengkak. Sehingga, pendapatan negara harus semakin diperbaiki, termasuk melalui sumber perpajakan. Selain itu, belanja negara mulai dari pemerintah pusat hingga daerah juga harus diperbaiki dan dihindari dari korupsi.

“Kita harus menyehatkan APBN, artinya pendapatan negara harus semakin diperbaiki makanya ada reformasi di bidang perpajakan,” pungkasnya. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
3
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar