Data Pribadi Jokowi Bocor, LPSK: Kedaulatan Data Pribadi Warga Negara Terancam

Minggu, 5 September 2021 18:16

Presiden Jokowi. (Screenshot)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Nomor Induk Kependudukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bocor ke publik hingga tersebar luas di media sosial. Kebocoran ini diduga berasal dari surat keterangan vaksinasi Covid-19 yang berasal dari aplikasi PeduliLindungi milik pemerintah.

Wakil Ketua Lembaga Perlibdungan Saksi dan Korban (LPSK) Manager Nasution menyatakan, hal ini adalah bukti bahwa pemerintah teledor. Publik tentu heran bagaimana data pribadi seorang presiden bisa bocor.

“Sistem perlindungan data pribadi warga negara memang sangat lemah. Milik Presiden saja bobol. Peristiwa ini sebagai syiar ketakutan publik. Kedaulatan data pribadi warga negara terancam,” kata Manager dalam keterangannya, Minggu (5/9).

Untuk diketahui, cyberspace atau dunia maya adalah tempat virtual atau media yang menyediakan penggunanya untuk melakukan hal-hal seperti berbagi informasi, bermain game, berkomunikasi, melaksanakan transaksi jual beli dan banyak aktivitas lainnya.

Dalam dunia maya ini, lanjut Manager, pengguna juga memiliki kartu identifikasi masing-masing layaknya KTP di dunia nyata.

“Kartu identifikasi yang disebut tadi adalah IP atau internet protokol. IP ini berfungsi sebagai pembeda pengguna internet yang satu dengan yang lainnya. Tetapi, tidak jarang jika kita ingin mengakses sebuah website, kita harus mengisi atau mendaftarkan diri dengan data pribadi kita seperti nama lengkap, tempat tanggal lahir, dan nomor telpon meski website-nya sudah mengetahui IP kita,” sambungnya.

Bagikan berita ini:
4
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar