Respons Pembakaran Masjid Ahmadiyah, PA 212: Itu Reaksi Umat Atas Pembiaran Aliran Sesat

Senin, 6 September 2021 16:00

Screenshot video Masjid Ahmadiyah di kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat diamuk massa. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin menyebut, pengrusakan masjid Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat itu buntut karena kemarahan umat atas ketidaktegasan pemerintah membubarkan aliran yang dinilai sesat itu.

“Ahmadiyah itu menyebarkan kesesatannya atau melakukan kegiatannya, jadi pantas kalau umat Islam marah di mana-mana, termasuk di Kalbar,” kata Novel dihubungi Pojoksatu.id (jaringan Fajar.co.id), Senin (6/9//2021).

Novel menambahkan, MUI juga sudah memfatwakan bahwa aliran Ahmadiyah itu sesat dan diperkuat SKB tiga menteri bahwa aliran tersebut tidak bisa disebarkan di Indonesia.

“MUI pun sudah menyampaikan fatwanya tahun 2005 dengan ketetapan nomor 5 bahwa Ahmadiyah sesat dan menyesatkan dan sudah dilarang oleh SKB tiga mentri,” ujar Novel.

Karena itu, kata Novel, pembakaran tempat ibadah Ahmadiyah itu diduga karena reaksi umat dipicu karena pemerintah tak kunjung membubarkan Ahmadiyah.

“Reaksi umat Islam Kalbar bisa jadi dipicu (belum dibubarkan), tapi walau belum dibubarkan namun tidak boleh Ahmadiyah itu menyebarkan kesesatannya atau melakukan kegiatannya. Jadi pantas kalau umat Islam marah,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
9
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar