Hilang Kontak Sejak 30 Juli, Pemerintah Disebut Sembunyikan Insiden KM Bali Permai

Selasa, 7 September 2021 14:03

ILUSTRASI.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– KM Bali Permai dikabarkan hilang kontak dengan membawa 18 Anak Buah Kapal (ABK) pada 30 Juli 2021 di lokasi operasi penangkapan Ikan Samudera Hindia.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun disebut tidak terbuka ke publik terkait insiden KM Bali Permai.

Hal itu diungkapkan oleh mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang mengaku menerima laporan dari keluarga korban.

Kata Pigai, sampai saat ini belum ada penjelasan terbuka dari beberapa pihak seperti Perusahaan, Basarnas, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Informasi yang diterima Pigai, pihak keluarga sampai saat ini belum pernah dihubungi oleh pemerintah. Surat perusahaan baru tiba pada pihak keluarga pada Sabtu (4/9/2021).

Natalius Pigai menduga ada dua kemungkinan yang terjadi terhadap kapal KM Bali Permai, pertama kapal tenggelam, atau kedua, kapal terombang-ambing di Samudera Hindia.

“Apabila kemungkinan ke dua maka dapat diduga ABK masih bisa hidup karena persediaan makanan yang dibawanya untuk kebutuhan 3 bulan terhitung sejak 12 Juli 2021 sampai 12 November 2021,” tutur Natalius.

Bagikan berita ini:
10
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar