Kapal Perang KRI Golok-688 Buatan Dalam Negeri, Ini Kemampuannya

Selasa, 7 September 2021 22:05

Menhan Prabowo Subianto saat mengunjungi Industri Pertahanan Swasta dalam bidang perkapalan PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021). ANTARA/HO-Humas Setjen Kemhan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kapal perang KRI GOlok-688 merupakan kapal cepat rudal (KCR) buatan dalam negeri. Kapal perang buatan PT PT Lundin Industry Invest dikerjakan di Banyuwangi.

KRI Golok-688 merupakan kapal perang yang terbuat dari bahan komposit.

Memiliki keunggulan kekuatan yang tinggi, lebih ringan, serta mempunyai ketahanan lelah dan ketahanan korosi sangat baik.

Kapal ini memiliki spesifikasi panjang seluruhnya (Loa) 62,53 meter, lebar 16 meter. Tinggi kapal dari draf 18,7 meter dengan bobot 53,1 ton. Kecepatan maksimum 28 knots, kecepatan jelajah 16 knots.

Kapal perang ini juga dipersenjatai meriam 30 mm, senapan 12,7 mm serta mampu mengangkut 25 ABK. Pada akhir Agustus lalu TNI AL secara resmi menerima kapal perang ini untuk menjaga wilayah Indonesia.

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Jawa Timur, berkesempatan meninjau pembuatan kapal perang tersebut.

Dia melakukan kunjungan ke industri pertahanan swasta dalam bidang perkapalan PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (7/9).

Menhan Prabowo diterima oleh Pemimpin PT Lundin, John Lundin dan Lizza Lundin.

Menhan Prabowo dalam siaran persnya berharap industri perkapalan dalam negeri di bidang pertahanan terus dikembangkan.

Dia meyakini industri perkapalan dalam negeri dapat bersaing dengan produk-produk industri pertahanan luar negeri.

Menhan Prabowo juga meninjau pembangunan Tank Boat Antasena. Badan kapal Tank Boat Antasena terbuat dari karbon komposit, memiliki kekuatan 10 kali lebih kuat dari baja.

Karena bobotnya yang ringan, kendaraan ini bisa bergerak cepat dan mampu menghancurkan musuh dari jarak lima kilometer. Antasena adalah prototipe atau purwarupa tank boat buatan PT Pindad (Persero), yang diproduksi di PT Lundin dan masuk dalam jajaran alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Darat. (ant/jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
2
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar