Kudeta Presiden Guinea Bisa Jadi Pelajaran Bagi Jokowi

Selasa, 7 September 2021 09:53

Presiden Guinea Alpha Conde dan Presiden Jokowi. (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Guinea Alpha Conde dikudeta oleh militer dan mengambil alih kekuasaan pada Ahad 5 September 2021.

Kudeta itu bermula dari kebijakan Conde yang mengubah konstitusi pada 2020 lalu dan memuluskan dirinya menjabat sebagai presiden 3 periode.

Peristiwa di Guinea, dinilai bisa saja terjadi di Indonesia jika amandemen konstitusi dilakukan untuk mengubah masa jabatan presiden Joko Widodo menjadi 3 periode. Apalagi pada masa orde lama dan orde baru, dua rezim itu dilengserkan oleh rakyatnya sendiri.

“Kudeta terhadap Presiden Alpha Conde merupakan pelajaran yang amat penting bagi para pimpinan partai politik, para politisi di DPR RI, dan rakyat Indonesia,” ujar rektor Universitas Ibnu Chaldun, Prof Musni Umar, Selasa (7/9/2021).

Musni Umar mengatakan, jika saja terjadi amandemen konstitusi untuk memuluskan Jokowi 3 periode, maka rakyat akan marah, dan kekacauan bisa terjadi seperti di Guinea.

“Kasus yang terjadi di pemerintahan Alpha Conde, juga bisa terjadi di Indonesia yang wacanakan perubahan konstitusi. Kalau hal itu dilakukan, maka rakyat akan marah dan ribut. Jika rakyat dan pemerintah ribut, maka tentara akan ambil alih kekuasaan (kudeta),” kata Musni Umar.

Bagikan berita ini:
5
8
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar