Pesugihan Merenggut Nyawa, MUI: Ritual Bisikan Setan, Dosa Besar!

Selasa, 7 September 2021 21:36

Dr Muammar Bakri

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pesugihan merenggut nyawa. Korbannya adalah anak kandung sendiri. DN meninggal diduga akibat dicekoki dua liter air garam.

Sementara adiknya, AP, menderita luka pada mata sebelah kanan akibat dicongkel oleh ibunya, Hasniati, yang dibantu oleh ayah, kakek, dan paman korban yang sudah terpengaruh ilmu hitam.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (UMI) Sulsel, Ustaz Muammar Bakri, mengatakan, ajaran itu dianggap sangat dilarang. Khususnya di agama Islam. Bagi pengikutnya, akan mendapat dosa besar.

“Kegiatan ini pasti mengarah pada kesyirikan dan dosa besar. Dalam Alquran, kita diajarkan selalu baca doa, kita (harus) selalu berlindung dari godaan setan,” katanya, Selasa (7/9/2021).

Pesugihan itu sendiri, lanjut Bakri, berasal dari bisikan makhluk halus berupa jin yang kerap menggoda manusia untuk keluar dari ajaran Islam. Peran tokoh agama pun diperlukan. Apalagi masyarakat di daerah pelosok.

“Pesugihan itu, dalam ritual-ritualnya ya tentu bisikan setan yang ingin menggelincirkan manusia. Jadi perlu ada sinergi tokoh agama, ormas,” tambah Muammar Bakri.

“Jadi perlu ada pencerahan kepada masyarakat agar kegiatan yang sifatnya ibadah atau kegiatan sosial kemasyarakatan harus ada dasar hukum syar’i-nya dan masyarakat bertanya dulu kepada ustaz atau ulama sehingga apa yang kita lakukan terarah dan terkontrol,” sambungnya, kepada wartawan.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman, mengatakan, empat orang keluarga korban yang kini resmi ditetapkan tersangka mengaku telah berhalusinasi saat mengeksekusi kedua anaknya itu, AP dan DN.

“Pelaku adalah orang tua dan kakeknya. Motifnya dia halusinasi lalu ada juga seperti kekuatan gaib sehingga terjadi kekerasan terhadap anaknya. Penganiayaan luka di mata kanan dan sudah dirawat medis,” kata Boby. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
6
10
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar