Soal Defisit APBN, Begini Kata Sri Mulyani

Selasa, 7 September 2021 20:21

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, selalu menjaga kehati-hatian dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut defisit APBN pun terus menurun sejak 2017 hingga 2019.

“Realisasi defisit APBN cenderung menurun dari 2,51 persen terhadap PDB pada tahun 2017 menjadi 2,2 persen pada 2019,” ujarnya dalam Rapat Paripurna DPR-RI, Selasa (7/9).

Sri Mulyani melanjutkan, bahkan pada 2020 sebelum terjadi pandemi Covid-19, defisit APBN direncanakan hanya 1,76 persen dari PDB. Jika terealisasi, maka akan menjadi defisit APBN yang paling rendah selama 5 tahun terakhir.

APBN yang relatif normal terus dijaga agar sehat dengan tingkat kesinambungan yang tepat dijaga. Kehadiran Covid-19 membuat rencana tersebut tidak terealisasi, sebab penerimaan negara tidak sebanding dengan pengeluaran untuk penanganan pandemi.

Dari sisi pajak maupun non-pajak turun signifikan, sementara belanja negara melonjak signifikan karena untuk mendanai penanganan Covid-19 dan dampaknya. Sehingga, pemerintah pun terpaksa kembali melebarkan defisit APBN untuk mendanai kebutuhan masyarakat masa pandemi.

Bagikan berita ini:
1
2
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar