Taliban Penuhi Hak-hak Perempuan, Mahasiswa Laki-laki dan Perempuan Dipisah

Selasa, 7 September 2021 21:48

Mahasiswa belajar di kelas yang dipasangi partisi di Universitas Avicenna di Kabul, Afghanistan, Senin (6/9) (Social med...

FAJAR.CO.ID, KABUL — Mahasiswa Afghanistan kembali belajar di kampus setelah Taliban berkuasa. Di sejumlah tempat, kelas-kelas dipasangi tirai untuk memisahkan mahasiswa laki-laki dan perempuan. Apa yang terlihat di perguruan tinggi dan sekolah di negara itu akan dipandang oleh negara lain sebagai bukti bahwa hak-hak perempuan dipenuhi oleh Taliban.

Sejumlah negara Barat mengatakan bantuan kemanusiaan dan pengakuan terhadap Taliban akan tergantung dari cara mereka menjalankan pemerintahan, termasuk perlakuan mereka terhadap kaum perempuan. Ketika Taliban berkuasa pada 1996-2001, mereka melarang perempuan bersekolah atau bekerja.

Dalam beberapa pekan terakhir, mereka berusaha meyakinkan dunia bahwa hak-hak perempuan Afghanistan akan dihormati sesuai syariat Islam. Namun, belum jelas bagaimana hal itu direalisasikan oleh Taliban.

Para dosen dan mahasiswa di kota-kota terbesar Afghanistan yakni Kabul, Kandahar dan Herat, mengatakan bahwa mahasiswi dipisahkan dari mahasiswa di dalam kelas. Kemudian diajari secara terpisah atau hanya dibolehkan beraktivitas di tempat-tempat tertentu di dalam kampus.

“Memasang tirai tak bisa diterima,” kata Anjila, mahasiswi 21 tahun di Universitas Kabul yang melihat kelasnya dipisahkan oleh tirai, kepada Reuters melalui telepon seperti dilansir Antara.

Bagikan berita ini:
6
7
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar