Enggan Mengingat Orangtua, Bocah Korban Pesugihan Memilih Dekat dengan Paman

Rabu, 8 September 2021 22:08

Bayu dan AP saling menyayangi bagai anak dan ayah.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Bocah AP tampak sangat dekat dengan pamannya, Bayu. Bocah berusia 6 tahun itu sangat asyik bermain dengan Bayu dan tim medis di RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa.

Selama menjadi orang paling dekat dengan AP, Bayu mengaku tak pernah melihat keponakannya itu rindu dengan ayah dan ibunya yang kini ditetapkan tersangka oleh Polres Gowa.

Bayu bilang, AP tak pernah sekali pun mengingat orangtuanya yang pernah menyakitinya dengan cara mencongkel mata kanannya, demi ilmu pesugihan yang ia geluti.

“Tidak pernah. Dia tidak pernah (rindu dengan orang tua),” kata Bayu, kepada jurnalis Fajar.co.id.

Pria lajang berusia 26 tahun itu mengaku baru sepekan terakhir dekat dengan keponakannya itu. Hal tersebut karena ia kasihan saat melihat AP dianiaya oleh ayah, ibu, paman, dan kakeknya demi ilmu hitam tersebut.

“Sebelum kejadian, saya tidak lengket (dekat) dengan dia (korban AP),” tambahnya, saat ditemui di RSUD Syekh Yusuf.

Agar fokus merawat dan menjaga AP, Bayu memutuskan untuk berhenti di salah satu perusahaan plat merah di Kota Makassar. Ia ingin fokus merawat AP hingga besar kelak.

“Kalau saya sudah mau resign dari Telkom. Saya mau fokus dulu rawat ini (AP) dan memang sudah saya niatkan. Sudah saya kasih masuk surat di sana,” kata Bayu saat ditemui.

Sembari merawat AP dan berhenti bekerja sebagai pegawai di perusahaan ternama itu, Bayu juga sudah punya rencana agar tetap punya penghasilan.

“Saya memang sudah dekat dengan AP pasca kejadian karena saya dibantu TNI yang selamatkan korban saat itu. Lagian juga saya punya kesibukan lain (di kampung) dirikan posko di Gunung Bawakaraeng,” tambahnya di RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
10
3
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar