Kisah Bayu, Paman yang Selamatkan AP dari Ritual Pesugihan, Pilih Resign Demi Ponakan

Rabu, 8 September 2021 18:22

Bayu dan AP saling menyayangi bagai anak dan ayah.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Bocah korban pesugihan berinisial AP (6) yang kini dirawat di RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa tampak sangat dekat dengan pamannya, Bayu.

Kedekatan antara paman dan keponakan itu terlihat sangat jelas di lantai 5, ruang VIP rumah sakit milik Pemkab Gowa itu. Setiap jam, bahkan setiap menit, AP selalu mencari Bayu.

Betapa tidak, Bayu adalah orang pertama yang menyelamatkan AP dari siksaan ayah, ibu, kakek, dan paman kandungnya yang sudah terpengaruh ilmu hitam. Peristiwa itu terjadi pada 2 September 2021 lalu.

Bahkan, saat Bayu berhasil merebut AP dari siksaan empat orang itu, ia langsung membawanya ke pusat medis terdekat lalu membawanya ke RSUD Syekh Yusuf pada saat itu juga, karena mengalami luka.

AP mengalami luka pada mata kanan karena dicongkel oleh ibu kandungnya sendiri, Hasniati bersama tiga orang itu yang sudah terpengaruh ilmu hitam. Sejak saat itu hingga kini, AP dan Bayu pun bak ayah dan anak yang saling menyayangi.

Atas kesibukannya merawat AP di rumah sakit, Bayu memutuskan untuk berhenti di salah satu perusahaan plat merah di Kota Makassar. Ia ingin fokus merawat AP hingga besar kelak.

“Kalau saya sudah mau resign dari Telkom. Saya mau fokus dulu rawat ini (AP) dan memang sudah saya niatkan. Sudah saya kasih masuk surat di sana,” kata Bayu saat ditemui jurnalis Fajar.co.id.

Pria lajang berusia 26 tahun itu mengaku telah mengajukan surat pengundurannya itu. Semuanya rela ia tinggalkan, demi kelangsungan hidup AP yang menderita akibat aksi nekat empat orang itu.

Sembari merawat AP dan berhenti bekerja sebagai pegawai di perusahaan ternama itu, Bayu juga sudah punya rencana agar tetap punya penghasilan.

“Saya memang sudah dekat dengan AP pasca kejadian karena saya dibantu TNI yang selamatkan korban saat itu. Lagian juga saya punya kesibukan lain (di kampung) dirikan posko di Gunung Bawakaraeng,” tambahnya, di RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa.

Untuk saat ini, korban sangat sulit untuk jauh dengan pamannya itu. AP terus mencari Bayu setiap menit dan masih trauma atas penyiksaan yang ia alami saat itu.

Diketahui, bocah berinisial AP baru saja mendapat perlakuan kasar dan pedih dari orangtuanya sendiri. Bola mata sebelah kanannya dicongkel oleh ibu kandungnya, Hasniati demi Ilmu hitam yang ia geluti.

Di usianya yang masih menginjak 6 tahun, namun pedihnya dunia sudah ia rasakan. Hati bocah malang itu teriris dan trauma atas perbuatan oleh ayah dan ibunya itu, yang juga dibantu oleh paman dan kakeknya sendiri.

Saat ritual itu berlangsung, tampak AP sangat tersiksa. Kepala, tangan, dan kakinya ditahan seolah dikunci oleh empat orang itu.

AP tak bisa melawan. Dia hanya bisa berteriak saat mata indahnya dicongkel oleh ibunya itu.

“Peran itu (masing-masing pelaku) kan berbeda-beda. Ada yang pegang kepala, kaki, tangan,” kata Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, Senin (6/9/2021).

Beruntung saat aksi keji orang tua korban itu berhasil dihentikan. Paman korban yang baik hati bernama Bayu langsung merebut AP dari penyiksaan itu dan dilarikan ke RS Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa.

“Pertama itu ada aparat TNI yang pertama menolong dan saya. Tapi kami dihalangi sama keluarga. Setelah itu, saya pergi cari pemerintah setempat dan ketemulah saya dengan Babinsa dan mengambil keputusan untuk dibawa kabur. Sempat diusir juga (kami oleh pelaku),” kata paman korban, Bayu, Senin (6/9/2021).

Saat diperiksa, beruntung bola mata sebelah kanan bocah cantik itu tidak sampai lepas dan tidak membuatnya cacat. Dan kini, bocah tersebut telah menjalani operasi pada mata tersebut. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
7
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar