Moderasi Beragama Jalan Tengah Cegah Intoleransi dan Radikalisme

Rabu, 8 September 2021 12:26

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Moderasi beragama adalah “jalan tengah” (the middle path) dalam beragama, yang diartikan sebagai cara pandang, sikap, dan perilaku dengan selalu mengambil posisi di tengah-tengah, selalu bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam pemahaman dan praktik beragama.

Sabara Nuruddin, Peneliti Balai Litbang Agama Makassar menjelaskan, dalam Moderasi Beragama ada prinsip keseimbangan, kesederhanaan, kesantunan, dan persaudaraan. Ekspresi keagamaan diungkapkan dengan santun, dan agama yang menekankan persaudaraan.

“Tujuan Moderasi Beragama adalah untuk menghadirkan keharmonisan sebagai sesama anak bangsa. Dengan demikian, Moderasi Beragama menjadi penting guna mencegah intoleransi dan radikalisme agama yang sangat mengganggu keharmonisan sesama anak bangsa,” tutur Sabara saat ditemui di Gedung Graha Pena Makassar, Rabu (8/9/2021).

Ia memaparkan, Moderasi Beragama tidak dapat dipisahkan dari terma toleransi, bahkan toleransi dalam Buku Putih Moderasi Beragama terbitan kemenag menjadi salah satu dari empat indikator Moderasi Beragama. Disebutkan, moderasi adalah proses sedangkan toleransi adalah hasil, jika moderasi diterapkan.

Toleransi dipandang sebagai salah satu indikator paling penting untuk menciptakan kerukunan umat beragama.

Bagikan berita ini:
6
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar