Pakar: PDIP dan PSI Tak Rela Anies Berpotensi jadi Presiden di 2024

Rabu, 8 September 2021 08:30

Anies Baswedan saat menerima Penghargaan Sahabat Saksi dan Korban oleh LPSK (foto: Instagram)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ramai soal Interpelasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait dana balapan Formula E yang kadung ditransfer namun tak kunjung digelar. Interpelasi ramai di publik hingga terjadi demonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta.

Meski demikian, wacana interpelasi ini sepi di lingkungan DPRD DKI Jakarta. Sebab hanya dua partai yakni PDIP dan PSI yang berupaya menggolkan interpelasi tersebut. Sementara 7 Fraksi lainnya yaitu Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Golkar, PKB dan PPP menolak.

Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar mengatakan, dana Formula E sebelumnya telah dibahas secara mendalam di Badan Anggaran DPRD DKI oleh semua fraksi di DPRD DKI termasuk fraksi PDIP dan fraksi PSI, semua setuju kegiatan event internasional Balap Mobil Listrik Formula E untuk dilaksanakan.

Namun herannya, PSI dan PDIP belakangan ajukan Interpelasi. Musni Umar menduga, ada kepentingan politik terkait Pilpres 2024 di balik Interpelasi itu.

“Mengapa fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI Jakarta selalu beroposisi dengan Gubernur DKI Jakarta? Jawabannya, kedua partai itu tidak menginginkan kalau Anies Baswedan yang memiliki potensi menjadi Presiden RI 2024,” ujar Musni Umar lewat keterangan tertulisnya, Rabu (8/9/2021).

Bagikan berita ini:
10
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar