Selisih Rp147 Triliun di Pelaporan Anggaran PEN 2020, Begini Respons Kemenkeu

Jumat, 10 September 2021 15:22

Gedung Kemenkeu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kementerian Keuangan (Kemenkeu) angkat bicara mengenai adanya selisih anggaran program Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Rahayu Puspasari mengatakan, bahwa pemerintah telah melaporkan secara transparan dan akuntabel seluruh realisasi belanja APBN melalui Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2020 (audited).

Hal ini termasuk di dalamnya adalah realisasi belanja yang digunakan dalam alokasi program penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) sebesar Rp695,2 triliun, maupun alokasi anggaran lainnya terkait program PC-PEN yang dialokasikan dan dibelanjakan melalui beberapa Kementerian Negara/Lembaga (K/L) senilai Rp146,69 triliun.

“Terkait pemberitaan yang berkembang bahwa pemerintah hanya melaporkan anggaran PC PEN senilai Rp695,2 triliun dan tidak melaporkan serta mempublikasikan alokasi anggaran terkait PC PEN senilai Rp146,69 triliun perlu diluruskan,” kata Rahayu dalam keterangannya, Jumat (10/9/2021).

Rahayu menambahkan, untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan dana APBN, tidak hanya pada APBN Tahun 2020. Pasalnya, pemerintah telah membangun suatu sistem yang terintegrasi dimulai tahap perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, maupun pertanggungjawaban anggaran.

Bagikan berita ini:
7
1
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar