Warga Bersaksi, Orangtua dari Bocah Korban Pesugihan Kerap Minum Air Kelapa lalu Kesurupan

Jumat, 10 September 2021 20:18

Batok kelapa yang ditemukan polisi beberapa waktu lalu.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Nama Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa ramai dibahas semenjak seorang bocah, AP (6) menjadi korban ilmu pesugihan yang dilakukan orang tuanya sendiri.

Dua dari empat orang itu adalah ayah dan ibu korban, yakni Taufiq dan Hasniati. Selebihnya adalaj paman dan kakek korban yang bernama Udin Sauddin, dan Barrisi.

Mereka diduga telah mendalami ilmu hitam dengan cara melakukan pengobatan alternatif kepada seorang dukun dengan meminum air kelapa, hingga empat orang itu tak sadarkan diri dan berhalusinasi.

Salah seorang warga sekitar, Muis, mengatakan, ia kerap melihat Taufiq da Hasniati minum air kelapa. Setelah itu, pasangan suami istri ini kehilangan kesadaran.

“Memang dia sering minum air kelapa tapi keadaan tak sadar. Iya biasa mamanya korban juga begitu. Bapaknya juga. Iya (tidak sadar),” katanya, Jumat (10/9/2021).

Hal itu diperkuat dengan temuan adanya ratusan batok kelapa terbungkus dedaunan yang ditemukan polisi, tak jauh dari rumah bocah malang tersebut.

Namun aparat pemerintah setempat enggan berbicara lebih jauh soal temuan itu. Pihaknya menyerahkan ini ke polisi.

“Ini masuk bagian pengobatan alternatif sehingga mengakibatkan halusinasi dan di luar nalar. Kita tunggu hasil dari polisi karena proses ini pengobatan menggunakan air kelapa,” kata Lurah Gantarang, Anshari.

“Dia (ibu korban) bagian dari pasien dan dia minum air kepala dan tiba-tiba berhalusinasi dan tak sadar diri. Dia berobat di tak jauh dari rumah korban,” sambung dia di sekitar lokasi kejadian.

Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tidak terlibat dalam ilmu tersebut. Apalagi sampai mengorbankan anak sendiri.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa bersama pemerintah Kabupaten Gowa juga telah melakukan penyuluhan ke sekitar lokasi kejadian agar peristiwa serupa tak terulang. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
1
7
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar