Miris! Anak-anak Luwu Menantang Risiko, Lalui Jembatan Gantung Rusak ke Sekolah

Sabtu, 11 September 2021 17:44

Sejumlah murid terpaksa menantang risiko demi bersekolah.

FAJAR.CO.ID, BELOPA — Jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Tamara dengan Dusun Padang Lambe, Desa Malela, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulsel, terputus pasca banjir awal tahun 2021 lalu.

Kondisi ini membuat murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Malela terpaksa melintasi kawat sling jembatan gantung di Sungai Cimpu yang sudah rusak pasca banjir.

Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Fadriaty Asmaun, mengatakan, jembatan gantung yang rusak ini harus mendapatkan perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu.

“Dinas PU harus memberikan perhatian khusus terhadap jembatan ini. Terutama Dinas PUPR Kabupaten Luwu,” kata Fadriaty.

Legislator Partai Demokrat Sulsel ini sejak digelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Luwu mengatakan, murid MI di Malela terpaksa melewati jembatan gantung yang rusak. Untuk itu, Fadriaty meminta Pemda Luwu Utara segara mengerjakan perbaikan. Tidak ada alasan untuk menunda lagi.

Sebenarnya, lanjutnya, empat tahun lalu dia sudah pernah mengusulkan melalui pokok-pokok pikiran karena ini menjadi permintaan masyarakat pada saat reses. Namun terkendàla karena ini kewenangan kabupaten. Malah menurut kepala desa sudah dijanji mau dikerja namun mungkin alasan covid sehingga sàmpai sekarang belum jadi.

“Saya menyampaikan ke Pak Plt Gubernur dan insyaAllah akan dibantu melalui bantuan keuangan. Tinggal dinas terkait melakukan tindak lanjut dalam bentuk proposal perencanaan pembangunan jembatan tersebut,” paparnya.

Kadis PUPR Luwu, Iksan mengatakan, akan membangun kembali jembatan gantung yang rusak di Malela. “InsyaAllah di anggaran pokok 2022,” kata Iksan.

Menurutnya, penganggarannya masih sementara dirampungkan tim teknis. Namun, perkiraan sementara pada angka Rp250 jutaan. (shd)

Bagikan berita ini:
5
10
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar